uthem

Sabtu, 19 April 2014

huh?

Holla peplaa! I was passed national exam  about 4 days ago. It really difficult I think. Because there are a lots different way between the SKL and the exam. But actually I prepared myself to did it that well, anything happened. Hehe
By the way, this morning is graduation day’s for assalaam, a day before Saturdays came, nispus call me to pick me up to go there. And I thought it was so heartless if I get it true.. so I refuse da plan.
Yap yap yap! To do list wasn’t finish yet. I’m still thinking about my plan on my long holiday. And I wanna prepare my English skill to face the NHI test on 4th may in bandung. Sounds not good,but yaahhh I must walk into it.
Anyway, my uncle, Om Arif had arrived in jogja this morning. And he told me about his plan to go to Singapore. Yea with his family (my aunt, my 2 sisters), me and eno. And I really interested to hear the plan. But we will go on November -_- at least, Im ready at all!

And I hope, I’ll get da best score on my natexam! Wish me luck for it J

Senin, 24 Maret 2014

maturity

Pendewasaan dari rasa sakit
Bila saya mengerti bahwa rasa sakit itu memang harus ada, maka dia tidak akan benar benar terasa sakit karena saya tahu,tujuannya adalah pendewasaan.
Perlukah rasa sakit? Sakit dalam hal ini bisa saja sakit dalam hal fisik atau batin, jiwa,perasaan atau pikiran. Apapun bentuknya ini adalah soal konversi sakit secara jiwa. Setiap orang akan mengalami itu.selama di dunia,rasa sakit selalu ada. Kadang kadang saya iseng berfikir, bagus juga ya dengan kejadian itu saya bisa menjadi pribadi yang lebih baik.

Tingkat pencerahan jiwa paling mulia bermula dari satu titik, yaitu saya merasa lemah. Disatu sisi saya sadar bahwa saya lemah dan itu membuat saya harus terus menerus mengejar kekuatan. Sadar pada kelemahan membuat saya terus belajar, untuk membuat kelemahan ini suatu saat nanti akan menjadi kekuatan pada diri saya. KEEP YOUR HEAD UP UTTI. YOU GOOD AT THIS..

Sabtu, 22 Maret 2014

I'm a quite petite

Aku tertawa…
Aku menertawakan diriku sendiri.. tampak menawan namun bodoh. Aku ini perempuan yang memang jauh dari apa yang Tuhan inginkan terhadap hamba-Nya. Iya, benar, aku masih tak tahu diri. Penuh kepalsuan, sering berdusta, meremehkan hal sepele, dan menganggap dunia ini berpihak kepada ku.
Aku 18 tahun. Di umurku yang mendekati 20 ini pun, aku sama sekali belum bisa membahagiakan orang tua ku. Aku belum bisa mandiri, bahkan aku malu mengapa otak yang diberikan Tuhan dengan bermilyar neuron, bahkan dengan triliunan tetabyte kemampuan otak ini belum mampu digunakan oleh semaksimal mungkin oleh diriku sendiri.
Orangtua ku mungkin mampu membiyayai ku. Namun sampai kapan aku seperti ini? Sampai kapan aku menjadi seperti benalu untuk mereka, dan hanya menjadi beban yang tak kunjung melepas diri agar bisa berkembang? Aku malu dengan orang-orang yang justru memiliki banyak kekurangan namun bisa mengimres kekurangan mereka dengan kelebihan yang mereka punya. Sejujurnya aku iri dengan orang-orang yang memiliki kecacatan fisik maupun mental yang disatu sisi mereka punya semangat hidup dan juang lebih dari manusia normal lainnya. Mengapa aku yang diberi banyak kenikmatan ini justru hanya terlena dengan kelengkapan dan kesempurnaan fisik. Seharusnya aku bisa….
Mengapa aku seolah-olah meremehkan Tuhan dengan tidak patuh akan perintah-Nya? Padahal Tuhan menciptakan ku sangat sempurna dengan tidak adanya kecacatan apapun. Inikah balasannya? Nggak pantes.

It’s time for me to change all the worst things in my life. I would be a better person even it take for a long time… 

Jumat, 21 Maret 2014

hehe

Pernah sedih ga kalo missal nih mantan yang paling lo sayang itu tbtb lost contact sama lo dan tbtb juga dia hadir kembali di kehidupan lo, tapi yang digandeng itu bukan tangan lo lagi, melainkan tangan pacarnya yang baru. Dan seketika itu dia berusaha keep in touch sama lo dengan cara ngeinvite pin bbm apa minta ID line atau twitter terus begitu lo stalkingin dia udah pasang avatar sama cewek cantik…. Gimana rasanya? J mungkin itu belom gue hadepin… to be honest, I’m afraid if that happen to me.
Sejujurnya gue ngga merasa jadi an extra ordinary strong girl. Yang selalu pretending like I’ve no problems, and my life are  being happy with the people around me. Is just that cover I think. Diluar sana masih banyak yang level nya lebih tinggi daripada curhatan basi kaya gini. And I should be thankful for Allah, karena gue masih dikasih banyak keberuntungan dan kemudahan.

The reason why I gonna closed all of my socmed is… perhaps, I’m afraid it will happen to me. Gue terlalu insecure, terlalu was was ketika nanti itu bener bener kejadian di hidup gue. Gue belum mampu buat nerima semua. Gue tolol iya, gue bego iya, semua kejelekan ada di gue. Gue bukan mau lost contact engga, gue ngga mau, tapi gue Cuma takut nantinya kalo dia udah bener bener bisa lupa dari gue, dan dia cari yang lain, gue takut kalo gue sedih terus litany, gue takut gue bakal galau terus, gue takut kalo nanti gue sakit nerimanya. Almost died….. I can’t accept the reality kalo emang nantinya dia bakal punya pacar baru lagi. Ketika dulu yang dipasang di header twitternnya dia itu foto gue, mungkin suatu saat nanti udah beda wajah, mungkin yang dulu mentionan lucu lucuan sama gue besok apa kapan gitu sama yang lain… </3 mungkin dia ngga ngerasain,tapi gue disini mikirin gimana perasaan gue besok saat, posisi gue dulu yang super comfort itu will be changed….


Kamis, 20 Maret 2014

general photosession

esmod fashion college school 

ps:

skirt from ZARA
crop top from TOPSHOP
accessories from me (handmade)
glasses from RAYBAN
make up & hairdo by Imelta
Photography by Sharoon

ps:

Skirt from ZARA 
Longshirt from lemon lime
Make up & hairdo by Imelta 
Photography by Sharoon

Alice in Wonderland
Ps:

Blue Navy Jeans from Cool
Necklace from endorse by patriciaeure 
Ring flowers by handmade
Make up & Hairdo by Imelta
Photography by Sharoon

LookBook Vogue

Ps: 

Shirt flawless from Friday to Sunday Botique
Pants from ROXY
accessories from patriciaeure
Make up & Hairdo by Imelta
Photography by Sharoon


mendadak jadi sok kyud kalo ngejwab tentang...relationship

Tadi temen gue nanya, “Ti, menurut lo, pacaran itu penting apa kagak sih”
Here we’re..
Menurut gue, penting ga penting kadang bisa ngebikin lo jadi lebih dewasa kalo lo ketemu orang yang tepat dengan masalah-masalah yang tepat. Dengan ‘dewasa’ yang gue maksud, lo bakal nganggep kalo pacaran itu ga penting. Yang nantinya setelah sekian lama tiba tiba lo mikir kalo pacaran itu ya sebenernya penting. Bingung gak? Sama dong, gue juga. Hahaha
Jangan jadiin pacar lo sebagai ‘matahari’ dimana lo ngorbitin dia dan hidup lo seakan akan berpusat di dia. Suatu saat kalo dia cabut ya lo bakal jadi ibarat bumi ditinggal matahari, kiamat. Jadiin pacar lo itu sebagai ‘bulan’, dimana lo berdua punya orbit masing-masing dan saling ngebantu untuk sama-sama berkembang, dan lo berdua ga harus jadi figure yang harus ada setiap saat satu sama lain karena pada akhirnya lo tau bahkan disaat lo lagi gak keliatanpun sebenernya pasangan lo ada buat lo. Intinya disaat lo udah pernah nemu matahari dan jatuh dulu dalam pacaran lalu sempet berpikiran bahwa pacaran itu gak penting, maka selanjutnya pacaran akan menjadi penting karena berarti orang yang lo temuin selanjutnya SEHEBAT ITU sampe bisa ngerubah pikiran lo dari yang nganggep pacaran itu gapenting, menjadi penting.


Sekian.. J

Senin, 17 Maret 2014

:)

Yeaaaa, ujian sekolah already begin on this week. I haven’t yet finish prepare the material. It’s in processing hehe. Oke then, kemaren sabtu, baru dapet sms dari aruf, awalnya emang ga ngerti yg sms itu siapa. Ternyata lagi di jogja. Terus baru ketemu hari minggu nya dirumah temen mba nya aruf. I called it, not for a good time to stayed in the conversation. Tapi emang harusnya diomongin semuanya. Sebenernya waktu itu juga mepet jam, soalnya dia mau balik ke assalaam solo. Dan di jam- jam itu gue sama aruf bener bener yang ngeluarin uneg-uneg, ngeluarin segala problem, segala bentuk penyesalan, minta maaf, pengakuan, keinginan, harapan, semuanya ngalir gitu aja di siang hari itu. Yaaa I can’t stop my tears down. Same with him, kami nangis pas itu. When I probably know, manusia itu tempatnya dosa dan khilaf, gue disitu perlahan mencoba memahami problem masing-masing. Aruf minta maaf, dan gue maafin dia, begitu juga sebaliknya, gue banyak banget kurangnya. Masih belum bisa mikir apa yang ga terpikirkan sama orang lain. Gue masih egois, masih ngelihat sisi buruk nya. He told me like this
“aku ngerasa malu sama diri ku sendiri ti, aku cowok bajingan yang suka gatel sama cewek lain, ga setia. Disisi lain aku berusaha untuk berubah and it takes for so long. Aku besyukur punya pacar kaya kamu, aku akuin kamu itu kalo dibandingin sama aku itu lebih dan lebih, pinter, sholehah, baik, pinter masak, berprestasi… tapi aku? Nilai sampe sekarang paling tinggi Cuma 81. Aku juga pengen, besok suatu saat nanti ada nama mu, momsky, mama ku nur Laila abu, di kertas undangan, aku pengen kita bareng bareng. Aku pengen nanti dipelaminan ada kakak kakak ku, kamu, keluarga mu… aku juga pengen liburan sama kamu, yodha, sama temen-temen ku yang lain.. jalan cerita cinta kita panjang banget ti, dan kaya apa kata mu, aku bakal selalu nyoba untuk berubah. Gagal, coba lagi.. dan aku takut, kalo suatu saat aku berubah nanti, kamu justru nggak ada buat aku…”

Yaaaaaapp, gue diem. Dan dalem hati, tanpa aruf tau, gue bilang “ I always capturing your moves, and wait you”. Kenapa gue bilang kaya gini? Karna gue susah untuk suka sama orang lain yang belum tentu cocok sama gue. Gue susah untuk mulai lagi dari awal yang harus ngerti karakter orang yg kaya apa. Pendekatan lagi… dan kalo gue udah sayang, juga akibatnya bakal susah hilang. Atas seizin Allah gue bilang kaya gitu di dalem hati.. tanpa aruf harus tau kalo gue itu sayang ke dia udah ngelebihin dari tulus, gue cinta dia karna gue mau nutupin kekurangannya dia apapun yang terjadi….

Now, we just a friends walaupun gue tau yang terburuk buat gue ini semata mata yg terbaik dimata tuhan, dan kita nggak ngerti kedepannya bakal gimana, just hopping and waiting till Allah show us of his answer.